Tuesday, 5 May 2015

BerKTX dengan KRpass

Buat kami, KRpass adalah kartu sakti untuk berKTX. Setelah selesai proses imigrasi di bandara Incheon, kami langsung menuju loket KTX untuk menuker bukti bookingan/reservasi KRPass dengan kartu sakti tersebut yaitu KRpass. Untuk menukar KRpass, perlihatkan print-an bukti reservasi, nantinya petugas juga meminta paspor dan kartu kredit yang digunakan saat reservasi.

Sebelumnya kami telah mereservasi KRpass untuk 3 hari dengan harga 83.700/orang, dengan asumsi, hari pertama Incheon-Gyeongju, hari kedua Gyeongju-Busan, dan hari ketiga Busan-Seoul. Murahlah hitunganya, dibanding membeli tiket KTX satuan, yang harga Seoul-Busan adalah 54.400.

Setelah mendapatkan KRpass, di loket yang sama kami langsung meminta tiket KTX tujuan Gyeongju kepada petugas, namun karena KTX ke Gyeongju baru ada pada pukul 17.00 (saat itu waktu menunjukkan 10.40) dan karena bermodalkan KRpass yang dapat digunakan kemana saja, kami lalu meminta tiket KTX tujuan Busan lalu lanjut KTX Busan-Gyeongju, yang nantinya akan tiba di stasiun Singyeongju sekitar pukul 17.05.

Dengan KRpass ini kamu dapat menukar dengan tiket KTX kemanapun asal selama waktu tersebut, cukup dengan menunjukkan KRpass ke petugas loket. Kalau bisa, segera tuker dengan semua tiket KTX tujuan sesuai itinenary, untuk mencegah jangan sampai gak kebagian seat.

Catatan: KRpass jangan sampai hilang! karena tidak dapat dituker atau dicetak ulang walaupun masih ada sisa beberapa hari lagi.


Foto-foto bersama KTX










Kereta Cepat ala Korea

(Korea Train Express) KTX namanya, konon kecepatan kereta tersebut bisa mencapai 300km/jam. Bayangkan saja waktu tempuh Seoul-Busan yang berjarak sekitar 332km (seperti jarak Jakarta-Surabaya) adalah 3 jam. Karena singkatnya waktu tempuh sehingga diputuskan untuk menggunakan KTX dibanding menggunakan bus malam untuk menjelajahi Seoul-Gyeongju-Busan-Seoul. Harga KTX untuk kelas ekonomi Busan-Seoul harganya ₩54.400 atau sekitar Rp.652.800,- dengan kurs 1won = Rp.12,- kalau ditambah dengan Seoul-Gyeongju dan Gyeongju-Busan, mahal juga yah?! Tapi ada trik murah berKTX yaitu KRpass. 

Apasih KRpass?
KRpass ini semacam tiket terusan untuk durasi beberapa hari dumulai dari 1 hari, 3 hari, 5 hari, dst. Tiket terusan, artinya KRpass bisa digunakan kemana saja, beberapa kalipun selama masih dalam durasi waktu tertentu tersebut.

Belinya dimana?
Belinya secara online di link ini, tapi hanya bisa dibeli di luar wilayah Korea Selatan. Jadi mestinya beli sebelum kita menginjakkan kaki di Korea.

Cara belinya?
Buka aja dulu link di atas, nanti petunjuknya jelas kok. Tapi mesti siapin paspor dan kartu kredit. Isi semua data sesuai paspor dan kartu kredit, setelah proses reservasi selesai, print bukti bookingan tiket KTX dan perlihatkan saat penukaran nanti.
Catatan: Saat penukaran bookingan tiket, paspor dan kartu kredit akan diminta oleh petugas.

Dimana nuker bukti bookingan? 
Diloket yang berada di stasiun-stasiun. Sekedar sharing pengalaman berKTX dengan KRpass, karena tiba di Inchoen, kami langsung menukar bukti bookingan tersebut di loket KTX yang berada di sana,dan kami diberi kartu KRpass berwarna biru muda seukuran kartu nama/KTP gtu.

Monday, 4 May 2015

Gumilamo #Part 1

Kabupaten Halmahera Utara memiliki banyak pulau-pulau kecil, salah satunya adalah Pulau Gumilamo. Pulau yang digunakan oleh Dinas Perikanan Kabupaten Halmahera Utara sebagai tempat pembibitan dan penangkaran beberapa jenis ikan tersebut memiliki perairan yang jernih. Letaknya persis berhadapan dengan Pulau Meti dan hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit dari penyebrangan di Desa Maiwa.
Selain berenang dan memancing, tentunya dapat snorkelling serta meminjam perahu nelayan untuk mengeksplor pulau tersebut.


Berada di antara Pulau Meti (sebelah kiri) dan Pulau Gumilamo (sebelah kanan).





Pulau Tupu-Tupu


Dari kejauhan pulaunya terlihat biasa-biasa aja, tapi begitu tiba di bibir pantai langsung deh sibuk berfoto-toto.


Gak mungkin banget kalo gak pengen nyebur di sini. Laut dengan gradiasi warna biru
dan air sejernih kristal memanggil untuk segera menyatu. Saya pun tak tahan akan godaan 
itu. Dua kali menyambangi pulau tersebut, alhasil selalu pulang dalam keadaan basah kuyup.





                         

Pulau Tupu-Tupu yang terletak di Tobelo, ibukota kabupaten Halmahera Utara tersebut 
adalah pulau tak berpenghuni sehingga pantainya pun masih tergolong bersih. Tak banyak masyarakat Tobelo yang mengunjungi pulau tersebut karena letaknya yang cukup jauh dibandingkan pulau-pulau kecil lainnya (pulau kumo, pulau kakara, dsb).

Note: photos by iPad #nofilter #pure

Wednesday, 15 April 2015

Cherry blossom in Jinhae.

Setiap tahun di awal April diadakan Jinhae Cherry Blossom Festival. Pada festival tersebut sakura atau cherry telah mekar di seluruh wilayah kota Jinhae.
Saya beruntung berkesempatan untuk menikmati indahnya sakura pada tahun ini. Ada 2 spot terbaik yang saya kunjungi yaitu Gyeonghwa Station dan Romance Bridge.

                              
                       
   Sepanjang jalan dipenuhi cherry blossom




    Gyeonghwa Station



                        
    Romance Bridge

Thursday, 1 May 2014

Move on or?

Kalau kamu belom 100% persen move on dr mantan ato cinta pertamamu please jangan pernah stalking akun media sosialnya, blognya, terlebih mengetik nama lengkapnya di situs pencarian.
Yang semula kamu yakin sudah 99% bisa berubah menjadi 50% bahkan kalau saat yang sama kamu lagi kasmaran sama seseorang. Seperti itulah yang saya alami beberapa hari belakangan ini. Awalnya iseng mengetik nama lengkapnya di papan pencarian salah satu situs yg biasa sy gunakan. Tadaaa! Muncullah beberapa hasil pencarian diantaranya akun media sosialnya, blognya, dan pencapaiannya dalam karir. Penasaran? Langsung saja saya membuka beberapa tab dan membacanya dengan seksama yang mengingatkan kembali akan dia. Duhh jd galau deh! :(

Kejadian tersebut mengingatkanku dengan film "cintapucino" yang diperankan oleh Sissy Pricilia dan Miller. 

Ceritanya berkisah tentang Rahmi (Sissy Priscillia) yang akan segera menikah dengan Raka (Aditya Herpavi), namun dengan hadirnya Nimo (Miller), cinta monyet Rahmi waktu SMA ke kehidupan sempurna Rahmi membuat Rahmi menjadi galau. Memori-memori SMA dahulu mulai terkenang kembali.Rasa cinta Rahmi yang begitu besar terhadap Raka ternyata sulit tertepis oleh hadirnya sosok Nimo. Rahmi yang sejak dulu mengidolakan Nimo, tidak pernah berhenti berjuang untuk tahu apa perasaan Nimo kepadanya. Selama lima tahun lebih, Rahmi dihantui rasa penasaran akan apa yang cinta monyetnya itu rasakan. Mungkinkah hanya cinta bertepuk sebelah tangan? Atau cinta yang akan dibalas seutuhnya?

Kebingungan ini terus berlanjut sampai Nimo menyatakan cinta kepada Rahmi –bahwa ia sudah memendam rasa suka itu dari mulai pertama bertemu Rahmi. Merasa kaget, Rahmi yang semula tidak akan pernah percaya bahwa Nimo juga memendam rasa yang sama terhadapnya, akhirnya marah. Setelah mendapat nasihat dari Alin untuk bilang kalau Rahmi sebentar lagi akan menikah, Rahmi pun menjadi semakin bingung.

Raka, sang tunangan, curiga singkat cerita Rahmi jujur kepada Raka bahwa ia tidak bisa melupakan Nimo, dan Rakapun akhirnya rela melepaskan Rahmi untuk bersama Nimo.

Saya juga teringat dengan film "Hari Untuk Amanda" yang bercerita tentang Amanda (Fanny Fabriana) yang merasa bimbang dan cemas karena mantan pacarnya Hari (Oka Antara) hadir kembali dalam kehidupannya ketika dia akan menikah dengan Dody (eza Rahardian). Hubungan Amanda dengan Hari pernah dibina selama 8 tahun ini kandas di tengah jalan, kemudian Amanda berkenalan dan berencana menikah dengan Dody.

Disaat persiapan pernikahan, Amanda merasa biasa–biasa saja bahkan bingung dengan keadaannya sekarang.  Karena si Dody terlalu sibuk dengan pekerjaannya hingga lupa dengan persiapan nikahnya, maka Amanda lah yang berusaha keras mengatur semua itu seperti membagi undangan dan sebagainya. Disaat Amanda membagi undangan pernikahan, Amanda pergi ke rumah Hari.

Hari menawarkan bantuan untuk menemani Amanda mengantarkan undangan pernikahannya pada hari itu. Moment itu lah yang dimanfaatkan oleh Hari untuk mengenang masa lalu nya dengan Amanda. Benih cinta lamapun kembali bersemi kembali diantara mereka berdua. Konflik akhirnya muncul diantara Amanda dan Dody, mereka bertengkar di telpon. Amanda mulai kesal dengan sikap dody yang tidak pernah memberikan kesempatan berbicara dan selalu sibuk dengan pekerjaannya. Haripun mengoyahkan tekad Amanda untuk menikah dengan Dody dan Amandapun terhanyut. Hari makin menjejalkan keyakinannya untuk menikah. Dia berjanji pada Amanda akan menyelesaikan semuanya. Dia yang akan bicara pada orang tua Amanda. Membereskan tetek bengek yang lainnya. Tapi untuk itu dia butuh Amanda kembali jadi dirinya dulu. Kembali jadi Amanda yang penuh spontanitas. Hari lantas mengajak Amanda untuk berlibur seminggu dari sekarang. Melupakan semuanya terlebih dahulu, baru setelah itu mereka menikah.

Singkat cerita, Amanda menyerahkan undangan pernikahannya kepada Hari. Hari menatap undangan dengan stiker namanya di bagian alamat itu. Di titik ini Hari sadar kalau Amanda memang sudah berubah. Dia tidak bisa merubah Amanda lagi. Amanda yang ada di sampingnya sekarang bukan lagi Amanda-nya yang dulu. Ini bukan seperti merekonstruksi bangunan seperti lego. Ini masalah pilihan hati. Dan Amanda sudah memilih Dody

2 film dengan kejadian yang hampir sama tetapi menampilkan pilihan yang berbeda, namun keduanya memilih untuk kembali ke pilihan hati. Seperti Rahmi dan Amanda, kitapun mempunyai pilihan. Akankah move on?

Saya berharap, saya dapat memilih yang terbaik dengan hati.

Wednesday, 23 April 2014

He was my idol. He is my special one. Later?

Namanya masa remaja, pasti pernah mengidolakan seorang cowok, pada umumnya sih kakak kelas atau abang dari sahabat kita sendiri. Seperti mengidolakan boyband pada masa remajaku dulu, sebut saja westlife misalnya.
Di masa remajaku saat duduk dibangku SMA, aku sempat mengidolakan seorang cowok yg aku temui di gereja. Dia melayani di gereja tersebut sebagai choir, kemudian sebagai pemain keyboard. 
Aku bertumbuh dan menyadari mengidolakan seseorang adalah salah satu hal terindah yang pernah terjadi pada masa remaja.

Waktu berlalu, tak ada lagi idola-idolaan. 

Dunia nyata, bertemu dengan pria yang tepat untuk menghabiskan sisa hidupmu.
Pasti bertemu, tapi siapakah dia? Dia cinta pertama, Dia yang membuatmu bangkit, Dia yang selalu ada, Dia sahabatmu atau Dia idolamu saat remaja? Atau sama sekali bukan dari mereka? Saat ini yang aku tahu, aku memilih idolaku saat remaja dulu. Ntah bagaimana ceritanya, perasaan ini ada, lebih dari sekedar rasa mengidolakannya. Ntah bagaimana mulanya, dulu yang hanya sekedar tahu, kini aku mulai mengenalnya.

Tidak ada yang wow, biasa saja seperti pria lainnya. Tapi aku melihat satu hal yang sangat spesial darinya, dia akan menjadi imam yang baik.
Mungkin hal kecil ketika makan bersama seseorang memimpin doa, tetapi dia melakukannya malam itu. Itu tidak pernah kutemukan sebelumnya, kecuali ketika ayahku melakukannya. Dan itu merupakan salah satu hal yang luar biasa yang pernah terjadi dalam hidupku.

Aku tidak tahu bagaimana kisah berikutnya, yang aku tahu saat ini aku kacau. Merasa semuanya baik-baik saja, padahal hatiku gundah, dan tanpa sebab wajahku bisa memanas serta perutku seperti ada kupu-kupu yang terbang di dalamnya.
Bingung, harus bagaimana. Mengambil kesempatan atau menunggu giliran seperti dalam sebuah permainan?

Berharap kisah ini mempunyai kelanjutannya dan bisa menjadi memori yang indah.
I love my life.

Monday, 10 February 2014

Don't judge the book by it's cover

Ceritanya beberapa bulan yg lalu tepatx di hari minggu bersama 4 org teman, kami ke pulau kakara. Tiba di tempat penyebrangan, tdk ada perahu yg akan ke pulau kakara. Kamipun menunggu. Tidak berapa lama dtg 3 orang cowok. Singkat punya cerita, mereka juga mau k pulau kakara. Jd sypun inisiatif nawarin ke mereka "gmn kl kita sharing nyewa perahu?" Si cowo A menjawab "kami gk mau". Setelah sekitar 15 menitan, datang seorang bapak yg menawarkan perahu, tapi ke3 cowo tersebut lebih dahulu menawar dgn si bapak. Ketika sedang tawar menawar, si bapak bilang "ya udah, kalian kan ber7 mo harga berapa?" tapi si cowo A ngomong ke bapaknya "kami gk temenan dgn mereka, kami gk mau bareng mereka". Dalam hati saya berbisik, sombong bgt lu jd cowo, kamera DSLR gtu doang digantung dileher gk dpkein case, mo pamer, pikir oke.
Secara spontan sy lngsung nanya ke si bapak, "bapak nawarin ke mereka (ke3 cowok) berapa?" Si bapak jawab "Rp.250.000,- PP", "oke sy ambil pak." Kamipun berangkat dan menikmati pulau kakara tapi perasaan dongkol masih ada akibat perkataan cowok2 tadi.
Keesokan harinya, sy menggantikan rekan hakim untuk sidang dan kebetulan agendanya adalah pemeriksaan saksi, saat saksi dipanggil masuk ke ruang siang, sy melihat sosok yg sy kenal, si cowo A kemarin, ternyata dy adalah seorang polisi yg menangkap terdakwa. Sy pun tersenyum2 senang, dypun sempat menampakan wajah kaget.
Begitu tiba dirumah, saya pun menceritakan kejadian tersebut kepada kak boni, yg ikut bersama ke pulau kakara kemarin dan kak remon yg kebetulan seorang polisi dan mengenal si cowo A. Saya dan kak boni sangat senang, makannya jadi cowok jgn sombong, mentang2 kemarin kami berpenampilan gembel menggunakan sendal jepit, celana pendek dan baju kaos ala kadarnya (namanya aja mau berenang laut, masa pke jeans, apalagi kebaya ato heels)
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Waktu berlalu, tadi siang sekitar pukul 11.00WIT (lagi-lagi hari Senin)ketika sedang ngotak-ngatik laptop dan bermain game di iPad di ruang bagian umum, seorang polisi masuk hendak ingin menumpang mengisi batre hpnya. Polisi yg tdk lain adalah si cowo A mengatakan "permisi bu, numpang yah!" "Oh iya, silahkan" dalam hati, sekarang aja lu manggilnya ibu.
Kembali ke rumah sayapun bercerita kepada kak boni, kalau bertemu lagi dengan si cowo A, k boni mengatakan "kenapa gk ngomong dek, lain kali jangan nilai orang dari penampilan", saya menjawab "koq gitu kak?", kak boni menyahut "dy kan ngomong ke kak remon, kl dy ngirain kita kemarin cewe pub, soalx pada pke celana pendek". Saya pun cuma bisa benggong, dangkal bgt sih otaknya.

Bener kata ungkapan, don't judge the book by it's cover!

Ini foto kami ke pulau kakara waktu itu. Silahkan berpendapat!

Saturday, 8 February 2014

Love to live here, Tobelo.

Tobelo, bukan pertama kali mendengarnya. Setahun sebelum ditempatkan disini saya sudah biasa mendengarnya, tepatnya saat Sail Morotai 2012 berlangsung. Tobelo merupakan salah satu gerbang untuk menuju ke Pulau Morotai.

Perasaan bahagia bercampur cemas menghampiri. Bahagia karena Tobelo menawarkan sejumlah pantai-pantai yang cantik dan selangkah menuju Morotai, cemas karena akan merantau sendirian ke daerah baru tanpa mengenal siapapun. Bagaimana saya akan hidup disana, bagaimana suasana masyarakat disana, bagaimana saya harus melalui hari pertama disana, terlebih bagaimana saya akan merindukan keluarga saya, Papa, Mama, Kakak, Yuris, Norman, dan anjing-anjing peliharaan kami. I am gonna miss my home not  the house.

1 Oktober 2014, sehari sebelum berangkat ke Tobelo, saya memperoleh kabar bahwa di Tobelo ada kakak sepupu (keluarga jauh) yang tinggal di sana. Begitu tiba di Tobelo saya disambut hangat oleh keluarga jauh tersebut, saya tinggal dirumah mereka sejak hari pertama sampai dengan sekarang. Keluarga Remond Sarbunan. Remond Sarbunan adalah suami dari kakak sepupu saya, Kak Yus. Memiliki 3 orang anak, si kembar Rezky dan Beauty dan bayi berumur 2 bulan, Blessky. Di rumah ini, juga tinggal Kak Boni dan Rinto, adik kandung Kak Yus. Seperti berada di rumah sendiri, merasakan hangatnya apa yang disebut keluarga.

Di kantor, Tuhan memberikan saya sahabat-sahabat terbaik di sini. Kami bercanda, bergosip, saling menganggu, dan bertamasya ke pantai bersama.

Saya sangat bersyukur atas penempatan di Tobelo, terbukti bahwa Tuhanku, Yesus Kristus menyediakan apapun yang saya butuhkan. 

Tidak terasa sudah 4 bulan saya berada di sini, tidak akan terasa juga nantinya saya harus dipindahkan ke daerah lain.

I Love to live here, Tobelo

*Pengumuman Penempatan

Wednesday, 1 January 2014

Happy Blessed 2014!

Bye an amazing 2013...

Bersyukur sama Tuhan buat sepanjang 2013 yg penuh momen ajaib dalam persahabatan, pergaulan, dan cita-cita.
Kalau boleh kilas balik, pengen kembali ke 2013 menikmati masa-masa susah dan senang bersama
teman-teman khususnya teman cakim di Gresik (Nona, Damar, Gesang, Tude, Satrio, Suryo, Ivan, Piro dan Bagus). Sekitar 2 setengah tahun hidup merantau ke Gresik bersama mereka adalah luar biasa, yang sebelumnya tidak saling mengenal berubah menjadi persaudaran. Walaupun Bagus adalah satu yg mempunyai pemikiran yang sangat berbeda dari 9 org lainnya, tapi bersyukur karena itu semakin memperat tali persaudaraan kami 9 org. Waktupun berlalu, Akhir September 2013 kamipun berpisah
Papua, Maluku, Sulawesi, NTT, KalSel menyebar demi cita-cita yang besar.
4 Oktober 2013 adalah awal memulai karir cita-citaku dari kecil. Akhirnya...

Penghunjung tahun boleh ditutup dengan liburan yang luar biasa, ke Israel dan Eropa.
Berharap tahun 2014 boleh kembali kesana.

2013 memang luar biasa, tapi 2014 pasti lebih luar biasa.
Selamat datang di 2014! Banyak resolusi, doa, dan harapan yang akan tergenapi.

Sunday, 26 May 2013

Bali never ending

Bali never ending.. 
Yup, bout 2 weeks ago with my friends (Yugo, Kris, Dwi, Ribka and Ummu) explored some places there in 2 days. For Yugo and Kris , were their first time visiting Bali.
In the first day, we woke up early, having breakfast in Motel than at 8AM we started the trip. Visiting relates to met them for couple minutes in Denpasar, had lines in Pia Legong (the famous Pia there). We got 3 packs for each person  without any request before (go show it's allowed). Some articles said that "we have to made a request about 2 weeks before, to get the pia", but we didn't.
After having lines bout 10 minutes there, we drove to Garuda Wisnu Kencana. Place where we found some huge statutes of the Garuda Wisnu Kencana and watched bali traditional dance in the amphitheater. 





Next destination, Pura Uluwatu. The sun smiled brightly a lot there. The skies was blue, the sea-ocean was very blue clearly, and the leaves is green. What a great landscape! "Please take some photos of me!" I asked Yugo. Wearing sarong is a must if you visit there when u wear short skirt/pants. Mmmmm, I love the sarong which has same color with the bougenville purple flower there. 


Near from Uluwatu, there is a beach "Blue point" where we found many surfers on the their surfer board against the waves. We took some photos there, but we didn't touch the clearly water there because we were too tired taking the stairs down (up also) and we wanted to having seafood for lunch at Jimbaran immidietly.  After lunch, we visited Tanah Lot to saw sunset there. What a beautiful scenery! It's gold.

Having balinese friend is the best. Karin and her family, our baliness friend invited us to had a dinner in her home. The family deserved us some of bali traditional snacks and delicious food (sate lilit, ayam betutu, sambal matah, bali vegetables cooked). Talked more, laughed more and ate more. Love the dinner a lot!

The next day, we made up our mind to have a shopping vacation at Sukowati, than continue to Kintamani and Bedugul. We planned to had to arrive at Denpasar before 6 PM because we have to attending Tude's wedding there at 7 PM. We arrived at Sukowati  at 9AM,  shopped an hour there. We drove to Kintamani, the weather was cool, the air was very fresh, the wind blowed. Wemsaw mt. Batur clearly. Of course we took some picture before leaving to Bedugul. On the way to Bedugul we saw many attractive landscapes. Yellow flower field stopped the girls to took picture. 

After more than an hour, after asked the direction to Bedugul to the local people. Finally We arrived at Bedugul. The lake, the Pura and the weather made us stayed longer than the other place we've visited before. But we could catch Denpasar up at 5 PM. After had a rest in motel for an hour, we prepared to attending Tude's wedding. Wedding is the place where everyone meet relates or friends, we did. 
It was our last night in Bali. We went to Kuta, people said "Bali is Kuta". We sat on the sand , heard the waves, and walked along the Kuta street.
Hard to ended the holiday, but we had to take our flight tomorrow.
I've had more new experiences with my friends there. Wanna have another experience holiday with them! See ya in another trip mates!

Friday, 17 May 2013

Beckham, my young-life idol

     
Pagi hari, Jumat, 17 Mei 2013 saat membaca tautan account Facebook David Beckham di atas tentang pengunduran dirinya dari  sepak bola agak mengejutkan, yang terlintas dipikiran "yah emang udah saatnya, mengigat usianya yg pada tanggal 2 Mei lalu adalah 38 tahun". Tapi begitu menonton TV  seputar kabar pensiunnya doi, membuat sedih, apalagi video saat doi masih muda berseragam Manchester United.
Inget saat masih duduk di bangku SMP, mulai mengandrungi doi karena disponsori oleh kakak yang lebih dulu ngefans ma doi.  Jadilah tiap akhir minggu pantengin SCTV (saat itu saluran TV yg menyiarkan Liga Primer). Menyibukkan diri untuk kliping artikel-artikel dan foto-foto tentang doi, mulai dari koran kelas lampu merah sampai majalah kelas gramedia kl ada artikel atau foto tentang dia langsung nyari dan beli.
Pas di SMA kelas 2 jadi bahan ceng2an teman-teman karena tim "the tree lions" kalah dari Brazil di perempatfinal (kl gk salah) Piala Dunia 2002. Maklum, saat itu doi adalah kapten timnas Inggris. Saat itu rajin bgt nempelin foto-foto doi di depan jendela kelas biar murid-murid yang lain bisa cuci mata. *alasanbgt
Doi bersama Naville bersaudara (Gary is his best hommie), Nicky Butt, Ryan Giggs, Paul Scholes, dan beberapa pemain lainnya disebut sebagai generasi emas MU yang tergabung dalam angkatan 92 (Class of 92). Kenapa generasi emas? Yup, karena berhasil membawa MU menjadi juara Liga Primer, Piala FA, dan Liga Champion (Treble Winners) di tahun 1999. Masih jelas saat itu jersey MU tertulis SHARP (sama seperti yang tertulis di TV dan Refrigerator), saat itu saya menyangka bahwa MU itu adalah milik SHARP atau SHARP adalah miliknya MU. Tapi ternyata .....…........… ckckck.


Sampai akhirnya doi hengkang dr Old Trafford ke Santiago Barnabéu, berita dan artikel karir sepak bola seputar doi mulai meredup apalagi setelah doi hengkang ke LA Galaxy, namun artikel dan berita ttg fashion, menjadi model, gaya hidup, dan persahabatannya dgn artis hollywood (Tom Cruise) semakin besar.
Tidak bisa dipungkiri bahwa gaya rambut, gaya berpakaian, dan sifat family man-nya banyak diikuti para pria dan menjadi alasan kenapa doi banyak digandrungi kaum hawa. Bagi saya, senyuman manisnya -------- ahhhhh... meluluhkan hati. :)

                    
Sifat dermawannya juga perlu diacungi jempol, setelah hengkang ke PSG (Paris Saint Germain) pada Januari 2013 dengan kontrak 6 bulan tanpa menerima sepeser gaji, karena gaji doi selama 6 bulan di PSG didonasikan untuk panti asuhan di Paris.
Sebagai catatan, kabarnya Beckham menjadi satu-satunya pemain Inggris yang berhasil menjuarai 4 liga di 4 liga berbeda ( Liga Inggris, Liga Spanyol, Liga Amerika dan Liga Prancis).

Gudluck Becks! By the way, I love ur short film commercial with H&M. 

http://m.youtube.com/#/watch?v=chrjcpoC2Gs&desktop_uri=%2Fwatch%3Fv%3DchrjcpoC2Gs

Monday, 22 April 2013

JungWoo, si poodle

Bisa juga memeliki seekor anjing.
Yup!!namanya JungWoo (terilhami dari peran Micky YooChun di film I Miss U) jenis mini poodle.
Lucu dan lincahnya bikin gemes.
Hahahhaha...............................


Dan akhirnya biaya pengeluaran tiap bulan pun bertambah, karena biaya perawatan JungWoo lumayan.
Mulai dari salon, vitamin bulu, makanan, dll.
Berharap JungWoo segera bisa mempunyai teman poodle betina (kl bisa yg red) :)


Sunday, 3 March 2013

Mangosteen


Mangosteen, I and my friends ate this fruit this morning.
The fruit give remind me to 2 wise statements.
1. What inside, looks outside.
2. Don't judge by it's cover.
One of my friend called it as the truth of fruit.

Wednesday, 17 October 2012

My New Holiday Experience in Bali



Liburan di Bali itu tidak selau mengenai pantai, bermain air, masih banyak tempat menarik yang wajib dikunjungi, salah satunya adalah Bali Bird Park. Selain itu, kita tidak harus menyewa kendaraan (apalagi bagi mereka yang tidak tahubagaimana mengemudikannya ~seperti saya) untuk mengunjungi tempat-tempat wisata di Bali. Belum lama ini pemerintah daerah bali telah meluncurkan sarana transportasi yang nyaman yaitu Sarbagita. 
Di Bali angkutan umum tidak begitu pamor baik di kalangan penduduk setempat maupun para pelancong. 

Begitu tiba di bandara Ngurah Rai pada tanggal 10 Oktober 2102, saya langsung memencet nomor telp 0361-7697575, ini adalah nomor telpon taksi carter, perusahaan taksi yang baru berusia sekitar 1,5 tahun dengan tarif yang lebih murah dibandingkan perusahaan taksi lainnya. Sistemnya adalah menyepakati dulu harga dan jaraknya, berbeda dengan perusahaan taksi yang menggunakan argo. (sekedar info : Bandara Ngurah Rai- Daerah Renon, Denpasar biayanya sebesar Rp.60.000,-)

Pada tanggal 12 Oktober 2012 saya mengunjungi Bali Bird Park, taman burung yang berada di wilayah Gianyar.


Dari denpasar sekitar pukul 07.15 WITA saya menggunakan bis Sarbagita (trans bali) menuju terminal batu bulan dengan membayar Rp.3.500,-. Di batu bulan saya lanjut menggunakan angkutan umum (dibaca bemo) tujuan Gainyar  turun di patung barong  dengan membayar Rp.3.000,-. Dari patung barong cobalah sedikit berjalan sekitar 300meter ke arah utara. Tepat di kiri jalan ada tulisan Bali Bird Park, senangnya!!!
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Dengan membayar Rp.83.000,- kita dapat memasuki Bali Bird Park dan Reptile Park.
Di Bali Bird Park kita dapat melihat berbagai jenis burung yang ada di nusantara. Burung macau paling menarik perhatian saya sejak awal, sayapun menawarkan diri untuk difoto bersama burung macau yang indah-indah tersebut. 



Walaupun akhirnya tangan saya penuh bekas cengkramannya. No sacrifice, no victory!


Ada rumah torajanya loh!! Kolong/bagian rumah toraja digunakan sebagai kandang burung merak. Rumah toraja adalah rumah adat dari daerah tanah toraja, kampong halamanku. Di Toraja rumah tersebut disebut TONGKONAN.



Setiap burung ditempatkan berdasarkan wilayahnya yaitu SUMATRA, JAVA, BALI, BORNEO, SULAWESI, molucas & THE EASTERN ISLANDS serta PAPUA. Tidak semua burung ditempatkan dalam kandang, beberapa burung dibiarkan secara bebas sehingga pengunjung dapat berinteraksi secara langsung.



Saat memasuki wilayah PAPUA, kita masuk dalam sebuah kandang raksasa yang dibuat seolah-olah kita benar-benar berada di hutan tropis penuh dengan pepohonan dan suara kicauan berbagai jenis burung.







Setelah selesai berkeliling di Bali Bird Park saatnya untuk melihat foto-foto bersama burung ranggong dan macau yang telah diambil oleh fotografer Bali bIrd Park. Jika anda berminat untuk membelinya, maka sediakan Rp.125.000,- untuk perlembar foto ukuran A10 dan Rp.300.000,- untuk soft copy dalam format compact disc.






Happy Holiday!!!!