Saturday, 8 February 2014

Love to live here, Tobelo.

Tobelo, bukan pertama kali mendengarnya. Setahun sebelum ditempatkan disini saya sudah biasa mendengarnya, tepatnya saat Sail Morotai 2012 berlangsung. Tobelo merupakan salah satu gerbang untuk menuju ke Pulau Morotai.

Perasaan bahagia bercampur cemas menghampiri. Bahagia karena Tobelo menawarkan sejumlah pantai-pantai yang cantik dan selangkah menuju Morotai, cemas karena akan merantau sendirian ke daerah baru tanpa mengenal siapapun. Bagaimana saya akan hidup disana, bagaimana suasana masyarakat disana, bagaimana saya harus melalui hari pertama disana, terlebih bagaimana saya akan merindukan keluarga saya, Papa, Mama, Kakak, Yuris, Norman, dan anjing-anjing peliharaan kami. I am gonna miss my home not  the house.

1 Oktober 2014, sehari sebelum berangkat ke Tobelo, saya memperoleh kabar bahwa di Tobelo ada kakak sepupu (keluarga jauh) yang tinggal di sana. Begitu tiba di Tobelo saya disambut hangat oleh keluarga jauh tersebut, saya tinggal dirumah mereka sejak hari pertama sampai dengan sekarang. Keluarga Remond Sarbunan. Remond Sarbunan adalah suami dari kakak sepupu saya, Kak Yus. Memiliki 3 orang anak, si kembar Rezky dan Beauty dan bayi berumur 2 bulan, Blessky. Di rumah ini, juga tinggal Kak Boni dan Rinto, adik kandung Kak Yus. Seperti berada di rumah sendiri, merasakan hangatnya apa yang disebut keluarga.

Di kantor, Tuhan memberikan saya sahabat-sahabat terbaik di sini. Kami bercanda, bergosip, saling menganggu, dan bertamasya ke pantai bersama.

Saya sangat bersyukur atas penempatan di Tobelo, terbukti bahwa Tuhanku, Yesus Kristus menyediakan apapun yang saya butuhkan. 

Tidak terasa sudah 4 bulan saya berada di sini, tidak akan terasa juga nantinya saya harus dipindahkan ke daerah lain.

I Love to live here, Tobelo

*Pengumuman Penempatan

No comments:

Post a Comment